Ekopol Dampak Buruk Kehadiran Pabrik Semen Maruni di Manokwari

Dampak Buruk Kehadiran Pabrik Semen Maruni di Manokwari

-

(Sebuah Catatan Awal)

Seharusnya kehadiran investor di Papua merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup, di antaranya untuk Perluas lapangan kerja, mendukung pemerataan pembangunan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini memang menjadi sebuah harapan yang didambahkan masyarakat namun pada harapan-nya jauh dari realita. Ini memberi kesan kalau itu hanyalah sebuah harapan palsu yang sengaja dibuat dan diwacanakan oleh kapitalis bersama pemerintah daerah kepada masyarakat agar masyarakat boleh menerima dan menyerahkan hak ulayat tanah-nya untuk diberikan kepada kapitalis menanam saham lalu mewujudkan kepentingan-nya bersama pemerintahan daerah, salah satunya pabrik semen di Ibu kota Provinsi Papua Barat, Manokwari.

PT. SDIC Semen Papua Indonesia atau biasa Pabrik Semen Maruni, telah merebut tanah masyarakat seluas 283 hektar (kurang lebih). Dengan pemakaian areal tanah datar sebesar 84 hektar untuk pembangunan pelabuhan, pabrik, dan mes karyawan untuk areal penambangan gunung kapur seluas 199 hektar. Mulai dari pembangunan perusahaan hingga produksi dan produksi, berjalan selama 8 tahun, dari 2012 sampai 2020. Dan untuk saat ini pabrik semen telah memproduksi dan menghasilkan 1,5 juta ton semen pertahun. dari hasil produksi tersebut distribusikan ke Jayapura, Ambon, Sorong, dan Ternate. Untuk luar negeri, Australia, Filipina Chili, Timur leste, dan PNG. Selain Itu Penanggung Jawab Proyek atas nama Suhargian Tono menyampaikan kalau cadangan batu kapur,

Sehingga kita bisa mengestimasikan untuk volume cadangan yang akan didapat dari perhitungan target produksi perusahan 1,5 juta ton semen pertahun dengan estimasi umur tambang 150 tahun Produksi tadi, yang mana akan menghasilkan jumlah cadangan batu gamping pada pabrik Semen Maruni Manokwari sebesar 225.000.000 m 3. Jumlah cadangan yang sangat besar, umur tambang yang sangat lama, target produksi yang begitu tinggi, hanya akan memberikan keuntungan kepada pemilik modal dan memberikan sedikit keuntungan bagi negara, pemerintah daerah lalu memberikan akar rumput sebagai tumbal kapitalis (pemilik modal) dengan berbagai dampak negatif yang merugikan. Sebab investor hanya akan berpacu pada prinsip dasar ekonomi keluar danah sekecil-kecilnya untuk mendapatkan labah yang besar, tanpa mengurangi berbagai dampak yang mematikan yang nantinya akan berimbas ke masyarakat sekitar sebagai akibat dari akitifitas penambangan industri semen tersebut.

Berikut ada beberapa masalah yang terindikasi pada area lokasi Perusahaan Semen Maruni Manokwari , yaitu kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pengupasan lapisan tanah penutup (over load ) atau jelasnya penggusuran tanah dan hutan oleh alat berat lalu mengubah bentuk permukaan bumi, dimana diperkirakan akan merusak erosi dan proses sedimentasi, hilang flora dan fauna, polusi udara, pencemaran air permukaan dan air tanah serta perubahan aspek sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Nampak bangunan Pabrik / doc penulis

Dampak Lingkungan

Pembangunan Pabrik semen beserta proses kegiatan penambangan batu gamping di kampung maruni distrik Manokwari selatan banyak menimbulkan masalah, yakni rusaknya lingkungan masyarakat pribumi, beberapa diantaranya;

Dampak Terhadap Hidrologi

Aktifitas kegiatan Penambangan batu gamping akan mempengaruhi air permukaan dan air tanah serta kualitas dan kuantitas udara, dari kegiatan pembongkaran oleh alat berat yang menggusur habis pohon-pohon dan tumbuhan lain yang menjadi jaringan pengikat tanah atau batuan. Dampak dari penambangan gamping akan meningkatkan tingkat air limpasan (run off), menurunnya tingkat infiltrasi, meningkatkan evaporasi serta timbulnya pelumpuran ( sedimentasi ) pada muara sungai Maruni. Hal ini akan berakibat fatal yakni, banjir. proses penambangan yang dilakukan memotong sistem air tanah, maka akan mengakibatkan menurunnya tabel air dan dapat mengurangi kuantitas air ( pasokan air) untuk daerah dibawahnya. Masalah lain yang tak kalah penting adalah pencemaran air akibat pemakaian bahan bakar baik solar, oli dan lainnya dari proses penggalian, pemuatan dari alat berat yang beroperasi saat itu.

Sungai Maruni terletak dekat Perusahaan Semen / doc penulis

Hilangya Flora Dan Fauna

Ini lebih diidentikan kepada tumbuh-tumbuhan dan hewan. Seperti yang kita tau bahwa tumbuh-tumbuhan dan hewan hidup saling membutuhkan. Dimana pohon dan tumbuhan lain digusur maka secara otomatis hewan yang berada pada daerah tersebut akan bertransmigrasi secara permanen. Mengapa karna tanah dan pohon serta tumbuh-tumbuhan adalah rumah dan tempat mencari makan bagi hewan-hewan teresebut, selain itu tumbuh-tumbuhan dan hewan sangatlah berarti dan dibutuhkan sebagai kebutuhan pokok masyarakat, baik sebagai obat-obatan tradisional, bahan makanan serta memiliki nilai guna ekonomis lain bagi masyarakat setempat, terancam.

Terhadap Topografi Dan Benteng Alam

Tidak akan terelakan bahwa akan terjadi perubahan bentuk permukaan bumi dengan benteng alam yang ada, dimana gunung yang diselimuti oleh pepohonan yang besar serta tumbuhan yang ada disekitarnya memberikan panorama alam yang indah bagi setiap orang yang memandangnya. Tetapi dengan kegiatan penambangan pastinya akan berubah secara drastis yaitu meninggalkan bekas lobang hingga bekas lahan tambang lainya sehingga gunung yang indah akan menjadi botak dan ompong yang disebabkan oleh proses penggalian dan harga bahan berharga yang memiliki nilai ekonomis tinggi untuk diproduksi dan dijual guna kepentingan pemilik modal / kapitalis tersebut. Selain itu akan terjadi penurunan kualitas tanah (tanah tidak subur) yang tumbuh-tumbuhan yang ada tidak akan mampu tumbuh dan bertahan hidup (mati) dan tempat tersebut akan menjadi tandus. kemudian tata guna lahan tanah akan di alih fungsikan sesuai dengan kebutuhan perusahan.

Terhadap Dampakadap Udara Dan Kebisingan

Kehadiran investasi / Perusahan pastinya akan mengejar target produksi sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan oleh perusahan. Maka tidak bisa dipungkiri bahwa pencemaran terhadap udara akan terjadi baik debu material dan juga asap hitam pabrik ketika proses kegiatan penggalian, pemuatan dan produksi itu dilakukan, yang kemudian akan berpontesi sangat buruk bagi masyarakat diManokwari terlebih dahulu bagi masyarakat di sekitar lokasi perusahan. dimana masyarakat akan muda terserang penyakit (sakit paru-paru, keracunan makanan, sesak napas dan lain sebagainya) karna menghirup dan menkonsumsi udara kotor yang penuh dengan debu dan asap pabrik. Selain itu udara yang tercemar oleh debu dan asap pabrik akan mengurangi jarak pandang, merusak tanaman masyarakat serta suhu diarea perusahan akan terasa panas. isyarat terjadi dari aktifitas produksi perusahan yang dimulai dari penggalian, pembongkaran, pemuatan. (beckhoe, buldoser, dump truck dan mesin produksi) yang mana ini akan mengganggu konsentrasi dan peristrahatan dari masyarakat setempat.

Terhadap Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat

Ini Mengarah Kepada, Kesempatan Kerja, Pendapatan, Transportasi / Lalu Lintas, Dan Budaya Masyarakat, diantaranya;

Kesempatan Kerja

Harapan dari kehadiran sebuah perusahan adalah membuka peluang bagi mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan sehingga mengurangi tingkat pengangguran yang ada, terlebih dahulu khusus bagi masyarakat lokal dimana perusahan tersebut dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari yang dapat memenuhi kebutuhan. Namun kenyataannya, hanya membuka peluang bagi masyrakat luar kota bahkan negara lain yang datang bekerja pada perusahan tersebut seperti yang dikatakan oleh Alm. Bupati Manokwari, paulus demas mandacan bahwa “pabrik Semen Maruni Manokwari didominasi oleh karyawan asal Cina. Hal ini akan berhimbas kepada masyarakat di daerah Manokwari dan masyarakat lokal,

Jumlah tenaga kerja diperusahan Semen Maruni Manokwari terutama bagi penduduk lokal di wilayah Manokwari dan sekitarnya sebanyak 300 orang karyawan dari informasi yang disampaikan media dan perusahan. tetapi bagi saya ini hanyalah data pekerja yang dimanipulasi oleh perusahan dari jumlah pekerja yang sebenarnya di lapangan dan bisa saja kurang dari itu. warga setempat termasuk Suku Arfak yang bekerja pada perusahan tersebut sebagai pembawa truk dan keamanan kurang lebih 20an orang yang berada di sekertaris kampung Mesap Messy dan kalau dari kampung kami disini 2 orang Arfak yang menjadi sekuriti diperusahan Maruni. (20/01/2020). Ini yang dong bilang pemilik SDA jadi penoton di negerinya sendiri.

Pendapatan Masyarakat

Pendapatan adalah hasil yang didapatkan dari pekerjaan yang dilakukan seseorang. Dampak terhadap pendapatan masyarakat sekitar di Kampung Maruni tempat dimana lokasi perusahan semen itu berada. pendapatan masyarakat didapat dari penjualan pinang dan hasil kebun dipondok-pondok jualan masyarakat sekitar selain itu pendapatan juga didapat dari pembukaan kios-kios kecil, toko-toko dan juga warung warung bagi masyarakat pendatang yang bertempat tinggal didaerah tersebut, selain itu pendapatan juga didapat dari masyarakat yang bekerja sebagai karyawan atau pun sekurity pada perusahan tersebut. Kios kecil milik Oktovianus ullo dan novita mandacan berpenghasilan sebesar 1 juta perbulan, sedangkan kios dan bengkel memiliki pendapatan rata-rata 4 sampai 5 juta perbulan salah satu kios milik Ibu Sri. Pendapatan warung makan milik Ibu Ayu 8 sampai 10 Juta perbulan. Pendapatan bagi karyawan perusahan sebesar 5 sampai 7 juta perbulan bagi karyawan lama sedangkan karyawan baru 2 sampai 3 juta perbulan dan keamanan perusahan sebesar 3 juta perbulan pendapatan ini tergantung pada posisi jabatan dalam perusahan ungkap novi (22/01/2020).

Gambar warung kecil / kois disekitar pabrik Semen / Doc Penulis

Pendapatan Pemerintah Daerah

PT. SDIC. Semen Papua Indonesia memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah Manokwari dan pemerintah Provinsi Papua Barat dengan pendapatan anggaran daerah ke-masing-masing pemda sebesar 10 juta dolar AS atau senilai Rp 136 965. 000.000,00 Miliar. Bagi saya berpengalaman investasi pabrik Semen Maruni di Manokwari hanya memberikan keuntungan kepada pemilik modal dan pemerintah daerah dengan bergelimang keuangan yang besar tapi tanpa disadari pemerintah sedang meminta rakyatnya demi kepentingan negara dan pemodal.

Transportasi atau lalu lintas    

Dampaknya adalah suatu kendaraan yang berlalu lintas di daerah yang menggunakan kendaraan dengan roda empat atau dua, baik karyawan, pencaker perusahan serta masyarakat luas lainnya yang berada di Manokwari yang melakukan perjalanan membawah barang pergi-pulang ke Warmare, Subsay, Prafi, SP, Kabupaten Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Bintuni Tambrauw dan lainnya pasti melewati jalur maruni oleh karena itu kendaraan milik perusahan Semen Maruni jenis dump truck pengangkut material hasil tambang akan keluar masuk dari jalan raya ke lokasi penambangan dan juga keluar masuk dump truck yang macet semen yang sudah di sehingga produksi tempat keluar masuknya kendaraan ini akan menjadi daerah rawan kecelakaan lalu lintas. kecelakaan lalu lintas yang mungkin terjadi dari tingkat ringan sampai ketingkat yang lebih fatal. Pada tingkat yang lebih berat, korban bisa parah sampai dapat merenggut nyawa. dampak ini kemungkinannya pasti akan terjadi maka itu sangat penting untuk diantisipasi.

Budaya Masyarakat

Ini mengarah pada gaya atau pola hidup masyarakat terutama bagi karyawan yang bekerja pada perusahan Semen Maruni Manokwari. karyawan perusahan yang beragama Kristen atau Islam yang bekerja pada perusahan tersebut pastinya akan terikat dengan waktu kerja yang padat, apalagi target perusahan adalah mengejar target produksi sesuai perencanaan yang ada pastinya akan banyak menyita waktu dan banyak menguras energi dan tenaga tanpa mengenal waktu sehingga membuat karyawan tidak akan berbicara kepada tuhan sesuai ajaran masing-masing penganut agama.

Karyawan yang rajin pergi ibadah baik ke gereja ataupun Mesjid kerajinannya akan meningkatkan kendor dan membuat dia jahu dari tuhan bahkan bisa jadi panggilan untuk tidak menentukan sama sekali dan melupakan Tuhan karena banyak beraktiftas dengan berbagai pekerjaan dari perusahan. Hal ini akan bekerja pada karyawan yang bekerja pada perusahan tersebut, dia akan memilih untuk keluar dan bekerja ditempat lain agar dia bisa berbicara waktunya untuk mengisi. Tanpa disadari bahwa kita semua (masyarakat) adalah korban dari penguasa penguasa modal.

Seusai diskusi dan wawancara dengan masyarakat lokal di sekitar pabrik semen Maruni

Upaya Penanggulangan (Solusi)

Dengan berbagai macam dampak yang telah terjadi diatas maka diharapkan kepada pemegang saham pabrik Semen Maruni Manokwari agar segera melakukan upaya-upaya untuk mengurangi dampak yang beresiko tinggi terhadap masyarakat setempat. Upaya yang perlu dilakukan di antaranya, mencari tempat evakuasi baru untuk memindahkan beberapa kampung yang berada dekat dengan lokasi pabrik sehingga terhindar dari dampak negatif yang dihasilkan perusahan, melakukan penyiraman setiap harinnya untuk mengurangi debu, menyediakan alat pendeteksi polusi udara atau alat penyedot udara, memberikan peluang kerja terutama bagi putra daerah asal papua dan terlebih dahulu khusus Arfak untuk mendapatkan pekerjaan seluas-luasnya, memberikan bantuan dalam membangun rumah-rumah sosial dan pondok-pondok jualan kecil bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan perekonomian-nya,

Pemerintah daerah Manokwari, jangan hanya berpangku tangan dan menerima begitu saja dari perusahan, tetapi harus melakukan fungsi pengontrolaln terhadap perusahan melalui dinas terkait untuk tiga atau enam bulan sekali harus ada kaitannya dengan andal (analisis dampak lingkungan) dan amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) yang diakibatkan oleh kegiatan penambangan perusahan. Selain itu pemerintah daerah melalui dinas terkait juga harus melakukan analisa yang terkait volume dan produksi pemerintah daerah jangan ditipu oleh perusahan dari sisi ekonomi dan juga pendapatan perusahan pertahunnya. Apabila analisa ini tidak dilakukan maka pemerintah daerah dan masyarakat Manokwari akan menjadi korban modal atau kapitalis.

Kemudian untuk semua Rakyat Papua, terutama Masyarakat Suku Besar Arfak di Manokwari Raya terlebih dahulu khusus bagi pemilik ulayat agar dikelola tidak menjual tanahnya, terutama kepada investor nasional maupun asing, yang biasa datang bersama pemerintah untuk melakukan negosiasi dan melakukan pembelian tanah dalam skala besar. Investor dan pemerintah akan datang dengan berbagai macam tawaran dan janji manis terutama dengan tawaran uang milyaran hingga triliunan, saya berharap pemilik ulayat jangan diperdaya dengan uang tersebut, tetapi tutup mata dan katakan tolak “bahwa tanah dan sumber daya alam yang terkandung didalamnya nilainya lebih tinggi dan tidak bisa dibeli dengan uang “tanah ini untuk masa depan anak cucu kita”.

Selain itu investor dan Pemda dapat mengatur maka pemilik ulayat membuat perjanjian dengan investor dan pemerintah, dengan cara mengijinkan tetapi tidak menjual tersebut (di / sewa), pemilik ulayat boleh mengizinkan untuk investor menambang tetapi perusahan harus mengurus kerusakan tanah dan hutan sebelum beroperasi dan selanjutnya hasil dari produksi perusahan setiap tahun harus dibagi dua dengan pemilik ulayat. Ini harus dilakukan agar menguntungkan pemilik ulayat tanah tersebut, selain itu juga bisa ikut serta sehabis tambang, tanah tersebut akan kembali ke tangan pemiliknya. Selain itu pemilik ulayat harus menolak tanpa kompromi.

Kesimpulan

Dari uraian diatas penulis dapat menarik sebagai berikut; Pertama, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan pemerintah daerah kabupaten Manokwari harus melakukan fungsi pengontrolan terhadap perusahan dalam upaya penanggulangan dampak dari aktfitas kegiatan penambangan dan produksi dari perusahan Semen Maruni agar dapat mengurangi risiko yang berimbas ke masyarakat.

Kedua, untuk masyarakat adat selaku pemilik ulayat tanah di papua, terlebih khusus Masyarakat Suku Besar Arfak di Manokwari Raya agar dikelola jangan lagi muda tertipu oleh perusahan dan Pemda atau organisasi dengan rayuan manis yakni, Uang, kesejaterahan, pembangunan atau apapun itu, untuk dapat Tanah-nya, sebab tanah adalah sumber kehidupan.

Ketiga, berbagai dampak merugikan dari perusahan bahkan upaya penanggulangan atau solusi telah penulis utarakan diatas sebelumnya, baik untuk pemerintah daerah maupun perusahan. Dan apabilah hal itu indahkan maka pabrik Semen Maruni Manokwari harus ditutup tanpa terkecuali, kenapa? Karna nyatanya hari ini pembangunan pabrik Semen Maruni hanya untuk memperkaya dan memberi keuntungan kepada kaum kapitalis asal China, Negara, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah daerah Manokwari (melalui PAD) serta masyarakat transmigrasi lalu lintas rakyat pribumi sebagai tumbal dari keserakaan kaum pemodal.

Referensi:

Materi Kuliah Pengetahuan Lingkungan Tambang USTJ, Jeck C. 2012/2013

Laporan lingkungan dan perlindungan lingkungan CV. T hiakh oleh Yeheskiel Kadepa, Andreas Dogopia, Melkisedek D. Safkaur, Silvester Kudiai, Ali Boma, dan Yakob Kobogau. USTJ. 2006.

Sumber Internet:

https://www.kompasiana.com/sumbung/56e39dfef692730c2b1efb2d/karyawan-pabrik-semen-di-manokwari-didominasi-china

Kelly Dowansiba
Penulis adalah Aktivis Pemuda Papua dan alumnus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kirim Donasi

Terbaru

Pendidikan dan Kunci Memasuki “Dunia Mereka Sendiri” 

Z. K. Rumbrar menulis laporan singkat aktivitasnya sebagai guru...

Korupsi Lukas Enembe, Mutilasi 4 Warga Sipil, dan Kepentingan Investasi

Hari-hari ini pasca Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe (LE) ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada...

Corak Produksi Manusia Papua Dulu dan Kini

Berawal dari sejarah geologinya. Sebelum zaman pencairan es yang terjadi sekitar 80.000-12.000 tahun lalu, pulau Papua, benua Australia dan...

BBM Naik, Harga Angkutan Naik: Cerita dari Kampung Dormena, Jayapura

Pada tanggal 11 September 2022, pukul 11:21 WIT, saya dengan kakak Yason Ngelia lakukan perjalanan dari Ekspo, Kota Jayapura...

Kelompok Ongohbete dan Nenandubete Minyak Kayu Putih di Kampung Wasur Merauke  

Suatu hari di Kampung Wasur, Kabupaten Merauke, tepatnya 12 April 2016, saya menuju ke rumah Kepala Kampung Wasur saat...

Rubrikasi

Konten TerkaitRELATED
Rekomendasi Bacaan