Lao-Lao TV Liputan Lao-Lao TV: Aksi Buruh PT TSP di Keerom

Liputan Lao-Lao TV: Aksi Buruh PT TSP di Keerom

-

 

Pada 25 Agustus 2021, ratusan buruh PT Tandan Sawita Papua (PT TSP) mendatangi Guest House Perusahaan di Kebun III sekitar pukul 14.00 WP. Mereka memprotes kematian seorang buruh perempuan di Kebun IV yang tidak menerima pesangon dan ganti rugi lainnya karena pihak PT TSP menganggap sebagai Buruh Harian Lepas (BHL).

Para buruh juga meminta untuk PT TSP segera menjawab tuntutan mereka selama ini: status kerja, upah, BPJS yang macet, fasilitas tempat tinggal hingga air bersih.

Aksi ini sempat memanas ketika seorang buruh merasa marah dan kecewa atas janji-janji yang keluar dari pihak manajemen yang dipimpin Bambang Purwanto tersebut. Dialog antara kedua pihak berlangsung alut hingga pukul 19.00 WP.

Untuk diketahui, Gubernur Papua, Barnabas Suebu yang telah terbitkan izin usaha perkebunan (IUP) kepada TSP pada 2009 seluas 26.048 hektar, dengan izin hak guna usaha seluas 13.000 hektar. PT TSP adalah anak perusahaan dari PT Eagle High Plantations Tbk, merupakan anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Konglomerat Indonesia dibalik PT TSP adalah Peter Sondakh.

Liputan ini dibuat atas kerja sama Lao-Lao TV bersama parah buruh PT TSP di Kabupaten Keroom, Papua.

Redaksi Lao-Lao
Teori pilihan dan editorial redaksi Lao-Lao

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kirim Donasi

Terbaru

Rekonstruksi Identitas Orang Papua Melalui Perubahan Nama Tempat

Irian berubah menjadi Irian. Masyarakat Papua atau orang-orang yang...

Rosa Moiwend dan Kesalahan Teori Patriarki

Rosa Moiwend, salah satu kamerad kita di Papua menulis di media Lao-Lao Papua pada 9 Juni 2023, bahwa gerakan...

Ekofeminisme dan Hubungan Antara Perempuan dengan Hutan Sagu

Sebuah pandangan mengenai hubungan antara perempuan dengan hutan sagu di Kampung Yoboi, Sentani dan bagaimana mengujinya dengan perspektif ekofeminisme. Sagu...

Ancaman Pembangunan Terhadap Lahan Berkebun Mama Mee di Kota Jayapura

"Ini kodo tai koo teakeitipeko iniyaka yokaido nota tenaipigai, tekoda maiya beu, nota tinimaipigai kodokoyoka, tai kodo to nekeitai...

Memahami Perempuan (Papua) dari Tiga Buku Nawal El Saadawi

Sebuah ringkasan secara umum Pengantar Isu feminisme di Papua pada umumnya masih banyak menuai pro dan kontra. Itu bisa kita temukan...

Rubrikasi

Konten TerkaitRELATED
Rekomendasi Bacaan