Press Release Hari ke-1: Pembukaan Festival Film Papua ke VI

Hari ke-1: Pembukaan Festival Film Papua ke VI

-

Berikut ini adalah siaran pers hari ke-1 Pembukaan Festival Film Papua (FFP) ke VI pada 7 Agustus 2023 yang diselenggarakan di Aula Rumah Studi Duta Damai Padang Bulan, Jayapura, Papua. Rangkaian kegiatan hari ke-1 adalah sambutan Ketua Panitia FFP ke VI, Irene Fatagur, selanjutnya penyampaian jadwal rangkaian kegiatan oleh Bidang Pemutaran, Fransiska Manam, dan sambutan Ketua Nasional Papuan Voices, Harun Rumbarar, sekaligus menyampaikan seputar apa yang diperjuangkan Papuan Voices dan update FFP ke I hingga ke VI.

***

Sambutan Ketua Panitia Festival Film Papua

Generasi muda Papua yang juga bagian dari masyarakat adat di tanah Papua, dengan caranya mempertahankan warisan tradisi di tengah perkembangan zaman ini. Salah satu usaha yang selalu dilakukan adalah membangun kesadaran kolektif kaum muda akan jati dirinya. Menjawab pergumulan ini, Perkumpulan Papuan Voices (PV) melaksanakan Festival Film Papua (FFP). Momen FFP yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 ini menjadi salah satu ruang dan wadah bagi kaum muda Papua untuk melihat dirinya, menggali dan memperkuat identitasnya. Pada tahun 2023, PV menggelar FFP ke VI dengan tema “Dari Kampung Kitong Cerita”.

Pihak PV menilai bahwa di kampung-kampung banyak kisah menarik. Kisah masyarakat adat Papua menghadapi perkembangan zaman, derasnya investasi, dan krisis identitas. Selain itu dari di kampunglah, banyak nilai dan kearifan lokal yang dapat menjadi bekal untuk menjelajahi perkembangan dunia saat ini.

Pada tahun 2023 ini, FFP ke VI dilaksanakan agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. PV tidak melaksanakan ajang kompetisi film dokumenter bagi para sineas muda di tanah Papua. PV menyadari bahwa penguatan kapasitas untuk anggotanya dan sineas muda Papua perlu ditingkatkan. Pada pergelaran FFP ke VI, PV lebih fokus pada kegiatan workshop film dokumenter, nonton, dan diskusi film dokumenter sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran dan kepercayaan terhadap identitas. Rangkaian kegiatan FFP ke VI dilaksanakan pada 07 – 09 Agustus 2023 di Gedung St. Nicholaus Duta Damai Padang Bulan Kota Jayapura.

Rangkaian kegiatan dalam kegiatan FFP ke VI ini adalah workshop media, pameran karya oleh mitra Papuan Voices, nonton, dan diskusi film.

Jadwal Kegiatan FFP ke VI

Senin, 07 Agustus 2023

09:00-13:00 WP: Workshop “Ragam Pendekatan Dalam Dokumenter”

16:00-17:00 WP: Acara pembukaan Festival Film Papua

17:00-19:00 WP: Pemutaran dan diskusi sesi “Kedaulatan Pangan”

19:00-21:00 WP: Pemutaran dan diskusi sesi “Sejarah dan Identitas”

Selasa, 08 Agustus 2023

09:00-13:00 WP: Workshop “Menggerakkan Ekosistem Dokumenter”

17:00-19:00 WP: Pemutaran dan diskusi sesi “Perempuan dan Anak”

19:00-21:00 WP: Pemutaran dan diskusi sesi “Pendidikan dan Kesehatan”

Rabu, 09 Agustus 2023

09:00-13:00 WP: Workshop “Kuratorial dan Pengarsipan Film Dokumenter”

17:00-19:00 WP: Pemutaran dan diskusi sesi “Buruh dan Perampasan Lahan”

19:00-19:30 WP: Perayaan Hari Masyarakat Adat Internasional

19:30-21:00 WP: Pemutaran dan diskusi sesi “Seni Budaya”

21:00-23:00 WP: Acara penutup

Sebanyak 40 film dalam acara FFP ke VI, dan film-film yang diputarkan dalam acara ini, selain dari produksi Papuan Voices, ada juga yang di kurasi dari berbagai filmaker dari luar Papuan Voices.

Sambutan Ketua Umum Papuan Voices

Papuan Voices adalah komunitas film dokumenter yang terbentuk pada tahun 2011. Komunitas ini berubah menjadi perkumpulan dan sah secara legal dalam akta notaris pada tanggal 21 Mei 2016. Papuan Voices menjadi ruang mengembangkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda Papua, dalam menggunakan media audio-visual. Papuan Voices meyakini bahwa dengan memberikan ruang kreatif bagi orang muda, maka akan muncul kemampuan berkreasi dan semangat bekerja untuk mengembangkan keahlian yang dimiliki, mandiri, dan memiliki komitmen besar untuk terlibat aktif dalam proses-proses pembangunan di tanah Papua.

Saat ini Papuan Voices ada di wilayah Jayapura, Keerom, Merauke, Byak, Wamena, dan Sorong. Tahun 2023 ada tambahan dua wilayah, yaitu, Nabire dan Supiori. Kami berharap penggerak Papuan Voices akan muncul di wilayah lainnya. FFP telah menjadi agenda tahunan Papuan Voices sejak 2017. FFP diharapkan dapat menjadi ruang untuk menampilkan karya-karya orang muda Papua. Tak berlebihan jika kami bercita-cita, melalui FFP, cerita-cerita tentang tanah Papua terdengar hingga penonton yang lebih luas. Pada tahun 2023, Papuan Voices menyelenggarakan FFP yang keenam. Panitia FFP ke VI menetapkan tema “Dari Kampung Kitong Cerita” untuk mempertegas semangat Papuan Voices meneruskan suara-suara dari kampung-kampung di tanah Papua. Selama ini, sumber utama cerita dalam karya kami berasal dari lingkungan terdekat, yakni rumah dan kampung. Semoga film-film yang diputar dalam Festival Film Papua oleh Papuan Voices ini bisa menjadi bahan renungan bagi siapa pun yang hadir dalam ruang nonton kami.

Tentang FFP

Papuan Voices melaksanakan FFP sejak tahun 2017. FFP diharapkan menjadi ruang memperkenalkan film-film karya anak-anak muda Papua tentang alam dan manusia Papua. Papuan Voices menetapkan tanggal pelaksanaannya pada 07 sampai 09 Agustus. Hal ini bertujuan agar puncak festival bertepatan dengan hari masyarakat adat sedunia yang dirayakan tiap 09 Agustus. Tanah Papua dengan lebih 250 suku yang hidup di dalamnya menjadi inspirasi karya-karya Papuan Voices.

FFP menjadi agenda tahunan Papuan Voices dengan tema dan tempat pelaksanaan berbeda-beda. Panitia pelaksananya adalah Papuan Voices wilayah dan didukung Papuan Voices Nasional. Pada tahun 2020, FFP tidak dilaksanakan karena pandemi Covid 19. Pada tahun 2021 pandemi terus berlanjut, sehingga FFP dilaksanakan secara online.

Kegiatan Waktu Tema Lokasi

FFP I 7-9 Agustus 2017: Manusia dan alam Papua di Merauke

FFP II 7-9 Agustus 2018: Masyarakat adat Papua di tengah arus modernisasi di Jayapura

FFP III 7-9 Agustus 2019: (Perempuan Bergerak selamatkan Tanah Papua) di Sorong

FFP IV 7-9 Agustus 2021: Bergerak Bersama Merawat Tanah Papua acara secara online

FFP V 7-9 Agustus 2022: Adat dan Budaya harkat dan martabatku di Byak

FFP VI 7-9 Agustus 2023: Dari Kampung Kitong Cerita di Jayapura

Selamat menonton!

Harun Rumbarar

Ketua Umum Papuan Voices

***

Catatan: Kami Lao-Lao Papua mendukung dengan mempublikasi kegiatan Festival Film Papua (FFP) ke VI dari hari pertama hingga hari ketiga yang diselenggarakan oleh Papuan Voices.

Redaksi Lao-Lao
Teori pilihan dan editorial redaksi Lao-Lao

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kirim Donasi

Terbaru

Pernyataan Sikap Atas Serangan Brutal Wene Kilungga Anggota KNPB Pusat

Pernyataan Sikap Ini adalah pernyataan sikap 15 korban dan gerakan...

Hidup dalam Reruntuhan: Ekstraktivisme Agraria di Keerom Papua

Keerom, salah satu kabupaten di Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, memendam sejarah panjang yang saling terkait, mulai...

Diskusi Lao-Lao TV: Internally Displacedpersons, Narasi Perempuan dan Hutan

https://www.youtube.com/watch?v=gtumXDTsjX0 Beberapa tahun terakhir Papua bergejolak. Konflik antara TPN-PB melawan TNI dan Polri semakin memanas. Perang kemerdekaan TPN-PB sudah semakin...

Diskusi Lao-Lao TV: Menolak Perusahan Tebu dan Bioetanol di Kimahima dan Maklew Merauke

https://www.youtube.com/watch?v=oPlpwLYvuZs&t=5105s Pada Kamis, 13 Juni 2024 masyarakat adat suku Kimahima di Distrik Kimaam dan suku Maklew dari Distrik Ilwayap, Merauke...

Upaya Suku Awyu dan Moi Melawan Perusahaan Sawit

Ditulis oleh Renie Aryandani dan Rio Kogoya Suku Awyu merupakan masyarakat adat dari Boven Digoel, Papua Selatan. Sementara suku Moi...

Rubrikasi

Konten TerkaitRELATED
Rekomendasi Bacaan