Pilihan Redaksi Rosa Luxemburg: Pemogokan Massa (Bagian III)

Rosa Luxemburg: Pemogokan Massa (Bagian III)

-

Rosa Luxemburg 1906

Bab IV

Interaksi Perlawanan Ekonomi dan Politik

Kita telah berusaha untuk terlebih dulu menggambarkan sejarah pemogokan massa di Rusia dalam beberapa jurus. Bahkan pandangan sekilas yang berlalu dengan cepat pada sejarah ini menunjukkan pada kita menunjukkan pada kita gambaran yang tidak menyerupai dan biasanya dibentuk oleh diskusi-diskusi di Jerman tentang pemogokan massa. Meskipun gema dan skema yang ketat dari aksi politik yang kering dibawa oleh keputusan komite yang tertinggi dan dilengkapi dengan rencana dan panorama, kita dapat melihat denyut kehidupan darah dan tulang, yang tidak dapat dilepaskan dari kerangka besar revolusi, tetapi terhubung dengan semua bagian revolusi melalui ribuan urat-urat darahnya.

Pemogokan massa, seperti yang ditunjukkan oleh Revolusi Rusia pada kita, merupakan fenomena tak berubah yang merefleksikan semua fase perlawanan ekonomi dan politik, segala tahapan dan faktor-faktor revolusi. Penyesuaiannya, tingkat efisiensinya, dan faktor-faktor asalnya secara konstan terus berubah. Hal ini tiba-tiba membuka perspektif revolusi yang baru dan luas ketika tampak lewat dan ketika situasinya menjadi tidak mungkin bagi orang lain untuk memperhitungkan dengan segala derajat kepastiannya. Ia meluncur seperti ombak besar menyapu seluruh kerajaan, dan sekarang terbagi dalam jaringan besar aliran yang sempit; dan sekarang menggelembung keluar dari bawah permukaan tanah seperti musim semi yang segar, dan secara lengkap hilang di bawah bumi. Pemogokan ekonomi dan politis, pemogokan umum cabang-cabang industri individual dan pemogokan umum di kota-kota individu, perlawanan gaji secara damai dan pembunuhan di jalanan, perlawanan barikade – semuanya berlari bersama-sama, bersisian, saling melewati, dan saling melintasi – terus menerus bergerak merubah fenomena. Dan hukum gerakan fenomena ini cukup jelas: ia tidak mendasarkan dirinya sendiri pada pemogokan massa sendiri, maupun pda detil-detil teknis, tetapi pada proporsi sosial dan politik untuk mendorong revolusi.

Pemogokan massa merupakan bentuk perlawanan yang revolusioner belaka dan ketidakaturan hubungan kekuatan dalam partai pembangunan dan dalam pembagian kelas, dalam posisinya sebagai lawan revolusi – semuanya dengan segera mempengaruhi aksi pemogokan massa dalam ribuan cara yang tidak tampak dan tidak terkontrol. Tetapi aksi pemogokan itu sendiri tidak berhenti pada satu peristiwa saja. Ia hanya mengubah bentuk, dimensi, dan efeknya. Ia adalah denyut kehidupan revolusi dan pada saat yang bersamaan merupakan roda pendorong yang paling kuat. Dengan satu kata, pemogokan massa, seperti yang ditunjukkan oleh revolusi Rusia pada kita, samasekali bukan metode ketrampilan yang ditemukan oleh alasan-alasan yang subtil dan bertujuan untuk membuat pertempuran kaum proletar menjadi lebih efektif, tetapi merupakan metode gerakan massa proletar, merupakan bentuk fenomenal dari perlawanan kaum proletar dalam revolusi.

Beberapa aspek umum saat ini dapat dianalisa yang dapat membantu kita dalam membentuk perkiraan yang benar dalam persoalan pemogokan massa.

  1. Memikirkan pemogokan massa sebagai satu tindakan, sebagai satu aksi yang terisolasi, adalah suatu hal yang absurd. Pemogokan massa adalah suatu indikasi, suatu ide-ide yang terkumpul, dari keseluruhan periode perlawanan kelas yang berlangsung selama bertahun-tahun, dan mungkin selama berdekade-dekade. Dari pemogokan massa yang sangat bervariasi dan tidak terhitung jumlahnya yang terjadi di Rusia selama 4 tahun terakhir ini, skema pemogokan massa merupakan gerakan politik yang suci, dimulai dan berakhir setelah satu rencana selesai dijalankan, sebuah tindakan tunggal yang pendek dari satu jenis yang tersubordinat – sebuah demonstrasi pemogokan yang murni. Dalam keseluruhan periode 5 tahun di Rusia, kita dapat melihat hanya sedikit demonstrasi pemogokan yang secara umum dibatasi pada kota-kota tertentu saja. Kemudian pemogokan massa May Day tahunan di Warsaw dan Lodz di Rusia pada awal bulan Mei sebenarnya belum dirayakan untuk menyambut ketidakhadiran tertentu dari kerja yang diinginkan – pemogokan massa di warsaw pada 11 September 1905, sebagai layanan memorial untuk menghormati Martin Kasprzak, kemudian pada bulan November 1905 di Petersburg sebagai demonstrasi protes melawan deklarasi pengepungan Polandia dan Livonia; dan pada tanggal 27 Januari 1906 di Warsaw, Lodz, Czentochon, dan tambang batu bara di Dombrown, begitu juga dengan yang terjadi pada sedikit kota-kota di Rusia sebagai perayaan Petersburg yang mandi darah; dan sebagai tambahan, pada bulan Juli 1906, sebuah pemogokan umum di Tiflis sebagai demonstrasi simpati untuk para tentara lewat mahkamah militer untuk memperhitungkan revolusi militer; dan akhirnya dari sebab yang sama pada September 1906, sepanjang masa pertimbangan mahkamah militer di Reval. Semua bagian pemogokan massa yang besar dan pemogokan umum bukanlah merupakan demonstrasi pemogokan tetapi merupakan pemogokan perjuangan, dan mula-mula mereka berasal secara spontan dalam setiap kasus dari sebab kebetulan spesifik lokal, tanpa rencana dan tidak didesain terlebih dulu, dan tumbuh dengan kekuatan mendasar dalam gerakan-gerakan yang besar, dan kemudian mereka tidak memulai sebuah kemunduran teratur, tapi berubah menjadi pertempuran ekonomi, dalam pertengkaran jalanan, dan sekarang kolaps dengan sendirinya.

Dalam gambaran yang umum, demonstrasi pemogokan yang murni politis memainkan peranan subordinat – mengisolasi poin-poin kecil di tengah-tengah ekspansi yang kuat. Maka secara temporer, karakteristiknya memperlihatkan dirinya sendiri: demonstrasi pemogokan yang berlawanan dengan pertempuran pemogokan, semuanya memperlihatkan massa yang besar dari berbagai disiplin partai, arahan yang sadar dan pikiran politik dan untuk itu harus muncul sebagai bentuk yang tertinggi dan paling alamiah dari pemogokan massa, dan memainkan realitas bagian terbesar pada permulaan gerakan. Sebagai contoh, penghentian mutlak dari kerja tanggal 1 Mei 1905 di Warsaw sebagai satu contoh dari kaum demokrasi sosial yang dibawa melalui tata cara yang mengherankan, merupakan satu pengalaman penting gerakan kaum proletar di Polandia. Dengan cara yang sama, pemogokan yang simpatik pada tahun yang sama di Petersburg telah membuat satu kesan hebat sebagai sebuah eksperimen pertama kali dari kesadaran aksi massa yang sistematis di Rusia. Bersamaan dengan itu, 3 pemogokan massa dari para komrad di Hamburg pada tanggal 17 Januari 1906 akan memainkan bagian terkemuka dalam sejarah masa depan pemogokan massa di Jerman sebagai sebuah usaha penuh semangat , dengan begitu banyak perselisihan senjata, dan juga dengan uji yang ketat dan meyakinkan dan sukses dari karakter pertempuran serta gairah dari kelas pekerja Hamburg untuk maju dalam pertempuran. Dan sesuai dengan periode pemogokan massa di Jerman, maka ia akan bersungguh-sungguh mengarahkan dirinya sendiri pada penghentian kerja yang nyata dan umum pada tanggal 1 Mei. Festival May Day secara alamiah dapat naik dalam posisi kehormatan sebagai demonstrasi pertama yang hebat dibawah pengawasan pertempuran massa. Dalam semangat ‘kuda pincang’, seperti yang terjadi pada Festival May Day pada kongres serikat dagang di Cologne, sebelumnya ia masih mempunyai masa depan dan bagian penting untuk dimainkan, dalam pertempuran kelas kaum proletar di Jerman.

Tetapi bersama dengan perkembangan pertempuran revolusioner yang bersungguh-sungguh, nilai penting dari demonstrasi semacam itu menghilang dengan cepat. Hal ini tepat merupakan faktor-faktor yang secara obyektif memfasilitasi realisasi dari demonstrasi pemogokan setelah rencana yang dapat dipertimbangkan dan komando partai – misalnya pertumbuhan kesadaran politik dan pelatihan kaum proletar – membuat jenis pemogokan massa ini menjadi tidak mungkin; saat ini kaum proletar di Rusia, massa barisan depan yang paling mampu, tidak ingin mengetahui tentang pemogokan massa; para pekerja tidak lagi berada dalam semangat untuk bersenda gurau dan mulai saat ini hanya akan berpikir tentang pertempuran yang serius dengan segala konsekwensinya. Dan ketika dalam pemogokan massa besar pada bulan Januari 1905, sebuah elemen demonstratif yang tidak merupakan sesuatu yang intensional tapi lebih merupakan bentuk insting yang sopan, masih memainkan bagian yang terbesar, maka di sisi lain, usaha komite pusat kaum demokrasi sosial Rusia untuk menyebut pemogokan massa pada bulan Agustus sebagai sebuah demonstrasi untuk pembubaran Duma, semuanya dihancurkan oleh keseganan kaum proletar yang terpelajar untuk terlibat dalam aksi yang tidak berkekuatan penuh dan merupakan demonstrasi belaka.

  1. Jika, bagaimanapun, kita mempunyai pandangan tentang jenis pemogokan yang penting, meskipun pertempuran pemogokan seperti yang direpresentasikan di Rusia saat ini merupakan sarana aktual aksi proletar, kita masih dapat melihat dengan lebih jelas bahwa adalah tidak mungkin untuk memisahkan faktor-faktor politik dan ekonomi antara satu dengan lainnya. Disinilah juga realitas menyimpang dari skema teoritisnya, dan representasi keilmuan dimana pemogokan massa politis yang murni secara logis berasal dari pemogokan massa serikat dagang sebagai suatu tahapan yang tinggi dan matang, tapi pada waktu yang bersamaan tetap menjaga jarak dari hal itu, dan diperlihatkan sebagai sesuatu yang sangat salah. Hal ini diekspresikan tidak semata-mata dari fakta bahwa pemogokan massa, dari perselisihan besar tentang gaji antara para pekerja tekstil di Petersburg pada 1896-7 sampai pemogokan massa besar yang terakhir pada Desember 1905, tidak kelihatan baik dari bidang ekonomi ke bidang politik, sehingga hampir tidak mungkin untuk menarik garis pemisah antara mereka. Sekali lagi, setiap kali pemogokan massa itu berulang dalam skala yang kecil, bisa dikatakan keseluruhan sejarah pemogokan massa di Rusia, dan dimulai dengan perkembangan ekonomi murni, konflik terpisah serikat dagang, dan berjalan melalui semua tahap menuju demonstrasi politik. Topan badai besar dari pemogokan massa di Rusia Selatan pada tahun 1902 dan 1903 berasal, seperti yang kita lihat, di Baku dari konflik yang ditimbulkan dari hukuman disiplin bagi kaum pengangguran, di Rostov dari perselisihan tentang gaji dalam bengkel-bengkel kerja jalan kereta api, di Tiflis dari pertempuran antara pegawai komersial untuk mengurangi jam kerja, dan di Odessa dari perselisihan gaji di sebuah pabrik kecil. Pemogokan massa pada bulan Januari 1905 terbangun dari konflik internal dalam kerja-kerja Putilov, pemogokan di bulan Oktober dari perlawanan para pekerja kereta api untuk menuntut dana pensiun, dan akhirnya pemogokan yang terjadi pada bulan Desember dari perlawanan para pekerja pos dan telegraf untuk mendapatkan kombinasi yang baik. Perkembangan gerakan secara keseluruhan tidak diekspresikan dalam keadaan bahwa awal dari tahapan ekonomi telah dihilangkan, tetapi lebih dari itu, semua tahapan demonstrasi politik telah dijalankan, dengan melalui tingkat ekstrim dari mana pemogokan massa maju ke depan.

Tetapi secara keseluruhan, gerakan ini tidak maju dari pertempuran ekonomi ke pertempuran politik, atau sebaliknya. Setiap aksi massa politik yang besar, setelah mencapai titik poin yang tertinggi, berhenti dalam pertempuran ekonomi massa. Dan hal ini diterapkan tidak hanya pada setiap pemogokan massa yang besar, tetapi juga pada revolusi sebagai suatu keseluruhan. Dengan penyebaran, klarifikasi dan involusi pertempuran politik, maka pertempuran ekonomi tidak hanya tidak akan surut, tetapi meluas, terorganisir, dan terlibat dalam perkiraan yang sama. Diantara keduanya terdapat aksi timbal balik yang lengkap.

Setiap serangan baru dan setiap kemenangan baru perlawanan politik ditransformasikan dalam dorongan kuat untuk melakukan perlawanan ekonomi, dan pada waktu yang bersamaan meluaskan kemungkinan-kemungkinan eksternalnya dan mengintensifkan keinginan dari dalam diri kaum pekerja untuk memperbaiki kondisi mereka, dan meningkatkan hasrat mereka untuk melakukan perlawanan. Setelah setiap buih-buih aksi politik menyuburkan simpanan yang tetap berada di belakang dimana ribuan tonggak-tonggak perlawanan ekonomi terus maju ke depan. Dan begitu juga sebaliknya. Kondisi para pekerja dari perlawanan ekonomi yang terus menerus dengan semangat kapitalis mereka tetap menjaga energi pertempuran mereka tetap hidup dalam setiap bidang politik; bentuk-bentuknya, bisa dikatakan, merupakan waduk permanen tempat penyimpanan kekuatan kelas kaum proletar, darimana pertarungan politik pernah memperbarui kekuatannya, dan pada waktu yang bersamaan mengarahkan bangunan ekonomi kaum proletar yang tidak kenal lelah untuk mengisolasi konflik yang tajam, lepas dari konflik politik pada ledakan skala besar yang tidak diharapkan sebelumnya.

Dalam satu kata: perlawanan ekonomi adalah pemancar dari satu titik pusat politik ke titik lainnya; perlawanan politik merupakan suatu periode penyuburan tanah bagi perlawanan ekonomi. Sebab dan akibat disini terus menerus berubah tempat; kemudian faktor ekonomi dan politik dalam periode pemogokan massa sekarang bergerak secara lebih luas dan secara lengkap dipisahkan atau bahkan satu sama lain berada dalam posisi eksklusif seperti rencana teoritis yang akan mendapatkan mereka, dan semata-mata bentuk dari dua sisi yang salin jalin menjalin dalam perlawanan kelas proletar di Rusia. Dan penyatuan mereka adalah tepat seperti sebuah pemogokan massa. Jika sebuah teori yang rumit bertujuan untuk mencerdaskan logika pemotongan pemotongan massa untuk mendapatkan pemogokan massa politis yang murni, maka dengan pemotongan ini, begitu juga dengan yang lain-lainnya, tidak merasakan fenomena ini dalam esensi kehidupannya, tetapi akan membunuhnya bersama-sama.

  1. Akhirnya, peristiwa-peristiwa yang terjadi di Rusia menunjukkan pada kita bahwa pemogokan massa tidak dapat dipisahkan dari revolusi. Sejarah pemogokan massa di Rusia adalah sejarah Revolusi Rusia. Untuk lebih meyakinkan, ketika perwakilan dari kaum oportunis Jerman mendengar tentang ‘revolusi’, mereka segera berpikir tentang pertumpahan darah, pertarungan di jalanan, atau tentang bubuk mesiu dan tembakan, maka kesimpulan logisnya adalah: pemogokan massa secara tidak terelakkan mengarah pada revolusi, maka kita tidak berani memilikinya. Pada kenyataannya kita melihat bahwa di Rusia, hampir setiap pemogokan massa pada jangka panjang mengarah pada perlawanan bersenjata dengan bala tentara kekaisaran, dan disanalah apa yang dinamakan pemogokan politik tepat menyerupai perlawanan ekonomi yang lebih besar. Revolusi, bagaimanapun, adalah sesuatu yang lain dan sesuatu yang bermakna lebih dari pertumpahan darah. Berlawanan dengan interpretasi polisi, yang memandang revolusi secara eksklusif dari titik pandang kerusuhan dan gangguan di jalan-jalan, yaitu dari titik pandang kekacauan – interpretasi sosialisme saintifik melihat dalam revolusi sebuah kebalikan internal yang sempurna dari relasi kelas-kelas sosial. Dan dari titik pandang ini, suatu hubungan berbeda-beda yang eksis bersama-sama antara revolusi dan pemogokan massa di Rusia dari apa yang terdapat dalam konsepsi umum bahwa umumnya pemogokan massa berakhir dalam pertumpahan darah.

Kita telah melihat diatas mekanisme dalam pemogokan massa Rusia yang bergantung pada aksi timbal balik perlawanan ekonomi dan politik yang berlangsung secara terus menerus. Tetapi aksi timbal balik ini juga dikondisikan selama periode revolusioner. Hanya dalam udara pengap periode revolusioner, setiap bagian kecil konflik antara buruh dan modal tumbuh dalam ledakan umum. Di Jerman, bentrokan yang paling brutal dan keras antara para pekerja dan pegawai terjadi setiap tahun dan setiap hari tanpa perlawanan yang melompati ikatan-ikatan departemen individu, kepedulian kota-kota industri, maupun pabrik-pabrik individual. Hukuman bagi organisasi pekerja di Petersburg dan kaum penganggur di Baku, perselisihan gaji di Odessa, perlawanan untuk memperjuangkan hak-hak seperti yang terjadi di Moskow, adalah tugas-tugas yang terjadi saat ini di Jerman. Tidak satu pun dari kasus-kasus ini, bagaimanapun, yang akan berubah secara tiba-tiba dalam aksi kelas biasa. Dan jika mereka tumbuh dalam pemogokan massa yang terisolasi, tanpa mempertanyakan warna politik apapun, mereka tidak menghasilkan badai apapun. Pemogokan umum antar para pekerja kereta api di Belanda, yang lenyap dari pendengaran meskipun simpati yang paling hangat, di tengah-tengah ketenangan kaum proletar di negeri itu, mampu menghasilkan bukti kuat dari itu.

Dan sebaliknya, hanya dalam periode revolusi inilah, ketika fondasi sosial dan dinding-ding masyarakat kelas terguncang dan terpusat pada proses yang konstan dari kekacauan, setiap aksi kelas politik kaum proletar dapat tumbuh dari kondisi pasif selama beberapa jam dimana seluruh bagian kelas pekerja sampai saat ini tetap tidak terpengaruh, maka hal ini secara natural dan dengan segera diekspresikan dalam perlawanan ekonomi yang ramai. Para pekerja, tiba-tiba bangkit aktif lewat sengatan listrik aksi politik, dengan segera menggunakan senjata yang ada di sampingnya untuk bertarung melawan kondisi perbudakan ekonomi; gerakan hebat dari perlawanan politik menyebabkannya untuk merasakan dengan intensitas yang tidak dapat mengharapkan berat dan tekanan dari rantai ekonomi yang ada. Sementara, perlawanan politik yang paling keras di Jerman – perlawanan antar pemilih dan perlawanan parlementer tentang tarif bea cukai – merupakan arahan yang jelas berpengaruh atas latihan dan intensitas perselisihan gaji yang telah dipimpin pada waktu yang bersamaan di Jerman, setiap aksi politik kaum proletar di Rusia dengan segera mengekspresikan dirinya sendiri pada perluasan wilayah dan kedalaman intensitas perlawanan ekonomi.

Revolusi kemudian pertama kali kondisi sosial dimana perubahan yang tiba-tiba dari perlawanan ekonomi menjadi perlawanan politik, serta perlawanan politik menjadi perlawanan ekonomi dimungkinkan, suatu perubahan yang menemukan ekspresinya dalam pemogokan massa. Dan jika sebuah skema vulgar melihat hubungan antara pemogokan massa dan revolusi hanya dalam perlawanan jalanan berdarah dimana pemogokan massa termasuk disitu, suatu pandangan yang mendalam tentang peristiwa di Rusia menunjukkan sebuah hubungan yang berlawanan: dalam kenyataannya, pemogokan massa tidak memproduksi revolusi, tetapi revolusilah yang memproduksi pemogokan massa.

  1. Adalah cukup untuk memahami terlebih dulu untuk mendapatkan penjelasan tentang pertanyaan kesadaran arah dan inisiatif dalam pemogokan massa. Jika pemogokan massa tidak merupakan aksi yang terisolasi tetapi keseluruhan periode perlawanan kelas, dan jika periode ini identik dengan periode revolusi, maka jelaslah bahwa pemogokan massa tidak dapat segera diadakan, bahkan jika keputusan untuk melakukannya datang dari komite tertinggi partai demokrasi sosial yang terkuat. Jika demokrasi sosial tidak mempunyai kekuatan untuk menunjukkan dan membatalkan revolusi sesuai dengan keinginan, dan bahkan jika antusiasme yang besar dan ketidaksabaran tentara demokrasi sosial tidak mencukupi panggilan untuk masuk dalam periode nyata pemogokan massa sebagai gerakan rakyat yang kuat. Berdasarkan landasan keputusan kepemimpinan partai dan kedisiplinan partai, sebuah demonstrasi yang pendek mempunyai kemungkinan untuk diatur seperti yang terjadi pada pemogokan massa di Swedia, pemogokan massa di Austria, atau bahkan pemogokan massa di Hamburg pada tanggal 17 Januari. Demonstrasi-demonstrasi ini bagaimanapun, berbeda dari periode aktual pemogokan massa revolusioner yang tepat sama dengan demonstrasi yang terkenal di luar negeri selama periode ketegangan hubungan diplomatis dan berbeda dengan perang angkatan lain. Suatu pemogokan massa menghasilkan kedisiplinan murni dan semangat antusiasme yang semata-mata memainkan peranan dari suatu episode, dari suatu gejala semangat bertarung kelas pekerja yang bagaimanapun merefleksikan masa-masa damai saat itu.

Tentu saja, bahkan sepanjang masa revolusi, suatu pemogokan massa bukan merupakan sesuatu yang jatuh dari surga. Ia harus dihasilkan sendiri oleh kaum pekerja. Ketetapan dan keputusan dari kaum pekerja juga memainkan peranan dan betul-betul faktor inisiatif serta arahan kebijakan yang luas secara alamiah menjadi bagian dari organisasi dan merupakan inti yang paling mencerahkan dari seluruh kaum proletar. Tetapi ruang inisiatif dan arahan ini, untuk bagian terbesar, dilahirkan untuk diterapkan pada aksi-aksi individual, pada pemogokan-pemogokan massa individual, dan jika periode revolusioner telah dimulai, dan dalam banyak kasus, dilahirkan dalam batasan-batasan sebuah kota. Kemudian, misalnya, seperti yang kita lihat, kaum demokrasi sosial sesekali telah dengan sukses melaksanakan pemogokan massa di Baku, Warsaw, Lodz dan Petersburg. Tetapi kesuksesan ini berkurang ketika diaplikasikan pada gerakan umum keseluruhan kaum proletar.

Lebih jauh, terdapat batasan-batasan tertentu yang diatur sesuai dengan kesadaran arah dan inisiatif tertentu. Sepanjang masa revolusi, adalah sangat sulit bagi setiap organ gerakan kaum proletar untuk meramalkan dan mengkalkulasikan sesuatu, dimana keadaan dan faktor-faktor tertentu sebenarnya dapat mengarah pada ledakan-ledakan tertentu, tapi tidak terjadi. Disinilah, inisiatif dan arah kebijakan tidak berisi perintah-perintah yang mengarah pada kecenderungan tertentu, tetapi dalam penyesuaian yang paling cakap, pada situasi tertentu, dan pada kemungkinan kontak yang paling mungkin dengan hasrat masyarakat. Elemen spontanitas, seperti yang kita lihat, memainkan bagian terbesar dalam semua pemogokan massa di Rusia tanpa kecuali, menjadi kekuatan pendorong atau menjadi sebagai penahan pengaruh. Hal ini tidak terjadi di Rusia, bagaimanapun, bukan hanya karena demokrasi sosial masih sangat muda atau lemah, tetapi karena dalam setiap aksi perlawanan individu, begitu banyak faktor-faktor ekonomi, politik, sosial, umum dan lokal, material dan fisik, bereaksi dengan suatu cara yang tidak dapat dengan mudah diatur dan dipecahkan seperti halnya persoalan matematika. Revolusi, bahkan jika kaum proletar lengkap dengan ideologi demokrasi sosialnya, tampil sebagai pemimpin peranan, hal ini bukanlah manufer kaum proletar pada ruang yang terbuka, tetapi sebuah pertarungan di tengah-tengah fondasi sosial remuk redam, saling menggantikan, dan berjalan dengan sungguh-sungguh tak henti-hentinya. Pendeknya, dalam pemogokan massa di Rusia, elemen spontanitas memainkan peranan yang sangat penting, tidak hanya karena kaum proletar Rusia tidak berpendidikan, tetapi karena revolusi tidak mengijinkan siapapun untuk memainkan peranan itu bersama mereka.

Di sisi lain, kita dapat melihat di Rusia bahwa revolusi yang sama yang membuat komando demokrasi sosial untuk melakukan pemogokan massa menjadi begitu sulit, dan dapat menghentikan tongkat kecil konduktor, atau menekannya dengan tata cara komikal – maka kita dapat melihat bahwa keputusan semua kesulitan pemogokan massa dimana dalam diskusi tentang skema teoritisnya di Jerman, semuanya dipandang sebagai bentuk kepedulian yang mengarahkan: pertanyaan tentang ketetapan, penemuan harga dan pengorbanan. Hal ini berjalan tanpa mengatakan bahwa ia tidak dapat memisahkan mereka dengan suatu cara sehingga mereka dap …

 

Sumber tulisan marxisme.com

Dipublikasikan kembali tidak untuk kepentingan komersial tetapi pendidikan politik di Papua

Redaksi Lao-Lao
Redaksi Lao-Lao
Teori pilihan dan editorial redaksi Lao-Lao

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kirim Donasi

Terbaru

Pemerintahan Sementara dan ULMWP Tidak Akan Bertahan Lama

“Tulisan ini menanggapi United Liberation Movement for West Papua...

Pernyataan Sikap AMP, FRI-WP, dan AMP-TPI 1 Desember 2020

Salam Pembebasan Nasional Bangsa West Papua! Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe,...

Saya Menginginkan Seluruh Dunia-Plus 5 %

Diterjemakan oleh  Larry Hannigan    Fabian sangat bahagia karena dia akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan kekayaan...

Nasrani-Yahudi Dalam Tinjauan Madilog

Tan Malaka (1948) AGAMA NASRANI Jesus Nazrenus Rex Jodioram Jesus dari Nazaret Rajanya Yahudi Agama Nasrani ialah agama yang dikembangkan oleh Jesus dari...

Indonesia Vs Papua: Problem Kedaulatan dan Hak Asasi Manusia

 “Terus terang, saya bingung bagaimana mungkin suatu negara (Vanuatu) mencoba untuk mengajari orang lain sementara kehilangan inti prinsip-prinsip dasar...

Rubrikasi

Konten TerkaitRELATED
Rekomendasi Bacaan